Tuesday , July 16 2024

Kantor Pos Kabupaten Lebak Salurkan Dana Program Sembako Rp35 Miliar

Kantor Pos Kabupaten Lebak Salurkan Dana Program Sembako Rp35 Miliar
Kantor Pos Kabupaten Lebak Salurkan Dana Program Sembako Rp35 Miliar.

 

FAKTAMEDIA.ID – Kantor Pos Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyalurkan dana program sembako tunai sebesar Rp35 miliar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari keluarga penerima manfaat ( KPM).

“Dari Rp35 miliar itu untuk 59 ribu KPM dan menerima pencairan Rp200 ribu/ bulan, ” kata Manager Dukungan Umum Kantor Pos Rangkasbitung Kabupaten Lebak Susan Ratna Dewi di dilansir dari laman Antaranews, Selasa.

Penyaluran dana program tersebut mulai dilakukan serentak tanggal 22 Februari sampai 5 Maret 2022.

Mereka mendapat dana program sembako tunai terhitung tiga bulan (Januari sampai Maret) 2022 sebesar Rp600 ribu per KPM, katanya.

Pencairan dana sosial itu untuk menopang keluarga berpenghasilan rendah dan mereka dilayani di kantor – kantor desa dan kelurahan setempat. Selain itu juga di Kantor Pos Cabang Rangkasbitung dan Kantor Pos Kecamatan.

BACA JUGA: Pemkab Serang Bersama DPRD Atasi Persoalan Sampah di Desa Bunihara

Penyaluran bantuan program sembako tunai itu digulirkan oleh Kementerian Sosial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin, sehingga mampu untuk memenuhi ketersediaan pangan.

Selama ini, dampak COVID-19 sangat dirasakan kehidupan ekonomi masyarakat. Karena itu, dengan penyaluran program sembako tunai dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, katanya.

Penyaluran dana program sembako tunai tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah pandemi Corona.

“Kami berharap pencairan dana program sembako tunai berjalan lancar, ” katanya menjelaskan.

Sejumlah warga penerima program sembako tunai mengaku bahwa mereka sangat terbantu ekonomi keluarga dengan menerima uang Rp600 ribu.

“Kami bisa membeli beras sebanyak 30 kg dan lauk pauk dan cukup persediaan pangan hingga satu bulan, ” kata Neneng, warga Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak. (Red)