
FAKTAMEDIA.id – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Arief Wibowo salah satu anggota dewan yang berkontribusi aktif dalam pengembangan potensi, minat, dan bakat kepemudaan olahraga khususnya cabang olahraga (Cabor) Mixed Martial Arts (MMA).
Melalui pendekatan olahraga prestasi, Arief mendorong MMA mampu menjadi wadah positif untuk menyalurkan energi dan bakat generasi muda di Kota Tangerang.
“Salah satu alasan kuat saya terlibat di MMA adalah ingin membantu memberikan solusi bagi permasalahan sosial pelajar yang masih kerap kita saksikan, seperti fenomena tawuran. Melalui cabor MMA, kita ingin mengonversi dan mekanalisasi kebiasaan negatif tersebut ke arah yang jauh lebih positif, yaitu olahraga prestasi,” ujar Arief.
Mengingat status MMA yang masih tergolong sebagai cabor rintisan di Kota Tangerang, Arief mengaku tidak ingin memasang target yang terlalu muluk. Kendati demikian, ia telah memetakan empat langkah taktis untuk membangun fondasi yang kuat bagi ekosistem MMA ke depan.
Pertama melakukan konsolidasi seluruh potensi olahraga yang ada di Kota Tangerang.
“Utamanya klub-klub MMA yang tersebar di wilayah Kota Tangerang agar dapat bersinergi dalam membangun ekosistem pembinaan minat dan bakat pemuda khususnya olahraga bela diri,” ujarnya.
Kedua menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pihak sekolah, klub beladiri, hingga aparat keamanan. “Kolaborasi ini bertujuan untuk mengedukasi para pelajar bahwa sudah ada wadah resmi dan aman untuk mengembangkan kemampuan bela diri mereka,” ujarnya.
Ketiga, memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini bertujuan mengikis stigma negatif di masyarakat.
“MMA adalah olahraga prestasi yang memiliki aturan dan ketentuan, serta koridor keamanan yang ketat bagi keselamatan para atlet,” ujarnya.
Terakhir, Arief berharap cabor MMA dapat memberikan kontribusi prestasi daerah.
“Mempersiapkan cabor rintisan ini agar mampu menyumbang medali dan kontribusi nyata bagi prestasi olahraga Kota Tangerang, khususnya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang,” ujarnya.
Meski memiliki visi pembinaan yang matang, Arief tidak menampik adanya tantangan besar yang saat ini tengah dihadapi oleh kepengurusannya. Kendala utama yang menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar MMA Kota Tangerang saat ini adalah keterbatasan sarana dan prasarana dasar.
“Kendala berada pada infrastruktur dasar, yaitu kepemilikan Oktagon atau ring resmi tempat bertanding. Ada standarisasi dan ketentuan khusus yang harus dipenuhi untuk sarana ini,” jelasnya.
Keterbatasan fasilitas tersebut, pihak pengurus mengakui belum dapat menggelar berbagai agenda kompetisi atau event resmi di tingkat lokal. Namun, hal ini tidak menyurutkan komitmen pengurus untuk terus bergerak melengkapi fasilitas demi terciptanya iklim kompetisi yang sehat bagi para atlet muda di Kota Tangerang. (Ars)
faktamedia.id Akurat dan Terdepan