Saturday , May 16 2026

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Cari Solusi Penangan Banjir di Basecamp Jurumudi

FAKTAMEDIA.id — Hampir satu bulan air tak kunjung surut di Kompleks Basecamp, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Kawasan yang dahulu dikenal sebagai lingkungan hunian relatif elit itu kini berubah menjadi genangan luas setiap kali hujan turun.

Ironisnya, saat Pemerintah Kota Tangerang fokus menangani banjir di sejumlah titik lain, warga Basecamp justru harus bertahan dengan air yang menggenang berpekan-pekan tanpa kepastian penanganan menyeluruh.

Banjir di wilayah RT 05/RW 06 Kompleks Basecamp telah berlangsung sejak pertengahan Desember 2025. Hingga awal Februari 2026, genangan air masih bertahan, bahkan di beberapa titik mencapai jalan lingkungan dan masuk ke rumah warga.

Kondisi ini memicu keluhan masyarakat dan mendorong Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, turun langsung ke lokasi banjir pada Selasa (3/2/2026) untuk melihat kondisi  di lapangan sekaligus mencari jalan keluar.

Andri mengatakan, Kompleks Basecamp menjadi titik banjir terakhir di Kota Tangerang yang surutnya relatif paling lama. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kontur wilayah yang rendah serta kompleksitas status aset. “Ini menjadi titik terakhir banjir yang surutnya agak lama. Secara kontur memang rendah, tapi penurunan volume air juga hasil kerja teman-teman PU dan satgas kecamatan,” kata Andri.

Ia memastikan DPRD bersama Pemkot akan mendorong langkah konkret pascabanjir. Mulai dari normalisasi saluran air hingga revitalisasi dua embung besar yang berada di dalam kompleks. “Dua embung ini bisa jadi modal penting untuk penanganan banjir ke depan,” ujarnya.

Lebih jauh, Andri menegaskan persoalan Basecamp menjadi ujian kolaborasi antarlembaga, mengingat banyak aset kementerian berada di wilayah Kota Tangerang namun tetap dihuni warga kota. “Ini pembuktian bahwa proses kolaborasi, proses pentahelix membangun kota bisa berjalan. Aset kementerian tetap harus dilayani karena penghuninya warga Kota Tangerang,” katanya.

Terkait komunikasi dengan kementerian, Andri optimistis tidak akan menemui hambatan berarti. Ia meyakini pendekatan komunikasi Pemerintah Kota Tangerang dalam hal ini Wali kota Tangerang Sachrudin dapat membuka ruang intervensi teknis yang dibutuhkan. “Dengan pendekatan rekayasa teknologi, masih banyak hal yang bisa dilakukan. Tinggal proses perizinan dari kementerian memberi ruang kepada Pemkot untuk intervensi teknis,” ujarnya.

Bagi warga perumahan Basecamp Jurumudi, kunjungan wakil ketua DPRD dan jajaran pemerintah menjadi harapan baru agar banjir yang telah menjadi rutinitas tahunan tidak lagi menjadi nasib yang harus diterima. Mereka menunggu bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata agar air yang menggenang berbulan-bulan tidak kembali terulang di musim hujan berikutnya. (Ars)