
FAKTAMEDIA.id – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang mengajak warga Kota Tangerang untuk betshodaqoh dan bisa menghasilkan rupiah dengan gerakan menukar minyak curah dengan berangkat umroh, bahkan bisa memfasilitasi sedikitnya warga untuk bisa berpenghasilan.
Ya, hal itu diungkapkan oleh Ketua DMI Kota Tangerang Heriyanto saat melaksanakan MoU dengan Bank BTN untuk merenovasi maupun membangun Masjid, bertempat di MUI Kota Tangerang, Sabtu (20/9/25).
Menurutnya, dengan penukaran minyak curah tersebut, maka warga bisa kita berangkatkan umroh dengan cara uangnya ditabung. ” Alhamdulillah sudah ada kurang lebih 6 orang yang sudah berangkat umroh,” ujarnya.
Heriyanto menyebut DMI terus memberikan inovasi bagi warga yang tidak punya uang, namun mereka bisa shodaqoh dengan kemampuan khusus di mana kemampuan setelah saya pelajari itu ada di minyak jelanta.
“Daripada minyak itu dibuang percuma, lebih baik bisa menghasilkan, yang pada akhirnya difasilitasi menjadi sebuah umroh dengan cara di himoun sama DMI dikumpulkan, disambung sehingga mempuntai nilai umroh dari situ,” jelas Hariyanto.
“Karena ada fatwa MUI pusat yang saya pernah baca, kalau barang yang masih berharga dibuang itu hukumnya haram ternyata ini luar biasa, minyak jelanta ini untuk avtur, yang dari kita tuh dikirim keluar di sana untuk avtur bahan bakar pesawat terbang,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut, Heriyanto mengatakan, bahwa tadi pihaknya telah memaparkan kepada para akademi DMI di mana akademi itu muncul berawal dari aplikasi digitalisasi masjid yang sampai saat ini terus berkembang. Sehingga inovasi-inovasi terus muncul diantaranya, bagaimana sih kita bisa melakukan pembayaran listrik dan lain-lain lewat Masjid, nanti kembali uang itu ke Masjid.
“Ini adalah kegiatan seluruh Masjid di Kota Tangerang makanya kita buat lembaganya kita sebut namanya manajer-manajer dan leader-leader Masjid. Pemimpinnya nanti ada di setiap wilayah bahkan Masjidnya nanti punya manajer,” katanya.
Seperti diketahui, DMI Kota Tangerang punya 10 aksi yang sudah berjalan, contohnya mengenai BPJS yang kurang lebih hampir Rp4 miliar untuk santunan yang keluar, dan kita kerjasama dengan BPJS. Bahkan teman-teman yang di perisai itu sudah berpenghasilan.
“Makanya visi misi Walikota Tangerang untuk mudah kerja dan segala macamnya, kita minimal sudah sedikit bisa memfasilitasi itu. Mereka sudah berpenghasilan Walaupun mungkin masih ada yang di bawah Rp1 juta,” katanya.
Selain itu, DMI juga berkaitan dengan shodaqoh ya karena shodaqoh ini merupakan pendidikan untuk kita bersama.
Dimana kita perlu mengingatkan warga untuk shodaqoh itu, Kenapa harus diingatkan mungkin bagi yang punya uang tidak bermasalah mereka dengan mudahnya bisa bershodaqoh, tapi bagaimana dengan yang enggak punya uang?. Nah mereka bisa dengan cara tadi dengan minyak jelanta.
“Kita tidak berbicara bisnis untuk menjadi sebuah saudara, semua masyarakat bisa bersedekah walaupun sekecil apapun. Maka dari itu DMI memfasilitasi masyarakat yang berkeinginan tadi,” pungkasnya.
Sementara, Direktur Utama LAZIS DMI Uci Nasution menambahkan, saat ini sedang di gaungkan Gerakan Nasional Cinta Masjid, di mana Ini adalah program nasional dari Jusuf Kalla Ketua umum Dewan Masjid Indonesia.
“Saya bersyukur ketika mengenal Dewan Masjid Indonesia Kota Tangerang dengan bapak ketuanya Pak Heri, ternyata di sini sudah berjalan dengan baik,” katanya.
Dimana DMI Kota Tangerang begitu ber inisiatif dengan program-program nya, bahkan ada yang bisa dapat umroh gratis berkat 10 program lewat smart Masjid. Untuk itu saya hadir hari ini untuk menguatkan kembali dengan program-program yang memang sudah menjadi program nasionalnya, dari pengurus pusat Dewan Masjid Indonesia.
Salah satu program yang paling utama adalah bidang pendidikan, kita punya program yang namanya, Dari Masjid Menuju Negeri Sakura.
“Jadi anak-anak Pemuda pecinta Masjid itu nanti kita seleksi kemudian nanti mereka akan kuliah selama 3 bulan dan belajar bahasa Jepang di Sekolah Tinggi Ilmu agama Islam Daaruli Tauhid, kemudian mereka akan ujian N4 untuk kursus bahasa Jepang, kemudian mereka berangkat ke Jepang disalurkan bekerja di Jepang dan itu gajinya langsung 19 juta,” katanya.
“Disini saya mencoba mengedukasi teman-teman yang kita sebut sebagai manajer Masjid di program DMI Akademi adalah membuka kepada mereka kesadaran bahwa menjadi seorang sunriser atau manajer Masjid yang bisa memakmurkan Masjid,” Tukas Uci Nasution. (Ds)
faktamedia.id Akurat dan Terdepan